Selasa, 19 November 2013

SISTEM POLITIK BAB 8


SISTEM POLITIK
Apa itu politik?
Antropolog dan ilmuwan politik saling berbagi lahan di dalam sistem politik dan organisasi. Namun antropologi pendekatannya lebih ke global atau menyeluruh dan komparatif. Antoropologi sendiri telah mengetahui variasi substansi yang ada di dalam politik yaitu, power (formal&informal), authority (wewenang), dan sistem legal di tempat yang berbeda dan komunitas yang berbeda.
Organisasi politik meliputi semua aspek organisasi sosial yang secara khusus mempunyai hubungan terhadap individu/kelompok yang mengatur urusan kebijaksanaan publik atau berusaha untuk mengontrol aktivitas dari individu atau kelompok (Fried, 1967).
Elman Services (1962) membedakan tipe politik menjadi 4 yaitu, band, tribes, chiefdom, state.
1. Band (kelompok, gerombolan) mengarah pada sekelompok orang atau kelompok kecil yang anggotanya mempunyai hubungan kekerabatan/pernikahan.
2. Tribes (suku), berdasarkan klan dan garis keturunan yang terdiri dari beberapa kelompok kekerabatan.
3. Chiefdom berada diantar suku dan negara. Chiefdom adalah salah satu organisasi sosiopolitik.
4. State atau negara adalah bentuk dari organisasi sosiopolitik yang berdasarkan struktur pemerintahan formal dan stratifikasi sosial ekonomi.
BAND DAN TRIBES
· Foraging Bands (pencari makanan), mereka adalah sekelompok orang yang mengumpulkan makanan. Tetapi pada zaman modern ini foragers mengadakan pertukaran dengan food producer.
· Tribal Cultivators adalah sebuah holtikultural dimana masyarakat yang ada di suatu kelompok ini biasanya sedikit. Regulasi kepemimpinan yang ada di pegang oleh satu orang yang disebut ‘The Big Men’.
· The Village Head adalah kepala desa, contoh yang ada di dalam buku Kottak adalah Suku Yanomami yang kepala desanya mempunyai wewenang yang terbatas (hanya satu desa yang dikepalai).
· The ‘Big Man’ adalah pemimpin politik yang ada di daerah Pasifik Selatan (beberapa desa).
· Pantribal Sodalities dan Age Grades, pantribal sodalities menjangkau seluruh/banyak suku dan membentang di beberapa desa. Kadang tumbuh di dua atau lebih daerah yang memiliki perbedaan budaya. Sedangkan age grades/age set sering digunakan untuk mengelompokkan orang yang lahir pada waktu tertentu.
· Nomadic Politics adalah politik nomaden dimana sering terjadi di kalangan pengembara. Karena mereka hidup berpindah, sistem politik yang ada menjadi mengikuti lingkungan tempat dimana mereka singgah.
CHIEFDOM
Chiefdom adalah bentuk dari organisasi sosial politik yang lebih kompleks dari band dan tribes. Chiefdom merupakan bentuk peralihan dari organisasi yang muncul selama evolusi suku menjadi negara. Pembentukan negara mulai di Mesopotamia, selanjutnya di Mesir, lembah Indus Pakistan dan India, dan Cina Utara. 1000 tahun kemudian, negara muncul dalam dua bagian dari belahan barat, Mesoamerica dan andes pusat. Robert Carneiro mendefinisikan negara sebagai unit politik otonom yang meliputi banyak komunitas dalam wilayahnya, memiliki pemerintahan terpusat dengan kekuatan untuk mengumpulkan pajak, rancangan untuk bekerja, dan menetapkan dan menegakkan hukum.
Beberapa chiefdom yang terdahulu memiliki banyak atribut negara kuno dan sulit untuk ditetapkan ke kategori yang baik. Mengenal perubahan yang berkelanjutan, beberapa ahli antropologi membicarakan chiefdom yang kompleks, yang hampir menjadi negara.
SISTEM POLITIK DAN EKONOMI DI CHIEFDOM
Daerah dengan chiefdom termasuk sirkum carribean, dataran rendah amazonia, yang sekarang merupakan bagian tenggara AS, dan polinesia. Diantara kemunculan dan penyebaran produksi pangan, dan perluasa kekaisaran romawi, sebagian eropa merupakan chiefdom. Dalam chiefdom, hubungan sosial didasarkan pada kekerabatan, perkawinan, keturunan, umur, generasi, dan gender. Negara membawa yang bukan kerabat bersama-sama mewajibkan mereka untuk mematuhi pemerintah.
Chiefdom mungkin termasuk ribuan orang yang hidup dibanyak desa. Regulasi dilakukan oleh kepala pemimpin dan asistennya, yang menduduki jabatan politik. Jabatan adalah posisi permanen, yang harus diisi kembali bila ditinggalkan oleh kematian atau pensiun. Mereka mengatur produksi dengan memerintahkan atau melarang budidaya tanah dan tanaman terntentu. Mereka juga mengatur distribusi konsumsi. Chiefdom dan negara kuno memiliki ekonomi yang sama, sering didasarkan pada budidaya intensif, dan kedua sistem diberikan perdangan atau pertukaran regional.
STATUS SOSIAL DALAM CHIEFDOM
Status sosial dalam chiefdom didasarkan pada senioritas keturunan. Karena pangkat, kekuasan, prestise, dan sumber daya datang melalui kekerabatan dan keturunan kepala Polinesia terus silsilah yang sangat panjang. Beberapa kepala berhasil menurut nenek moyang mereka 50 generasi. Semua orang di chiefdom dianggap berkaitan satu sama lain. Mungkin, semuanya berasal dari kelompok nenek moyang pendiri. Status kepala itu berasal dan berdasarkan senioritas keturunan. Kepala akan menjadi anak tertua dari anak tertua dari anak tertua dan seterusnya.
SISTEM STATUS DI CHIEFDOM DAN NEGARA
Persamaan dari chiefdom dan negara adalah perbedaan akses ke sumber daya. Ini berarti bahwa beberapa laki-laki dan perempuan memiliki akses istimewa ke kekuasaan, prestise, dan kekayaan. Mereka mengontrol sumber daya strategis seperti tanah dan air. Dibandingkan dengan chiefdom, negara kuno menarik garis tegas antara elit dan masa, membedakan setidaknya antara bangsawan dan rakyat jelata. Sebuah divisi seperti masyarakat menjadi strata sosial ekonomi sangat berbeda dengan band dan tribes, yang sistem statusnya didasarkan pada prestise, bukan pada perbedaan akses ke sumber daya. Banyak suku, terutama mereka dengan keturunan patrilineal, pria memiliki prestise dan kekuasaan yang jauh lebih besar daripada wanita.
STRATIFIKASI
Sistem status dalam chiefdom, meskipun didasarkan pada perbedaan akses, berbeda dari sistem status dalam negara karena beberapa hak istimewa selalu pada kerabat dan asisten kepala. Tipe status ini tidak bertahan lama karena kepala pemimpin tersebut akan bertindak sperti raja dan mencoba untuk mengikis dasar kekerabatan chiefdom.
Penciptaan strata sosial yang berbeda dissebut stratifikasi dan kemunculannya menandakan transisi dari chiefdom ke negara. Kehadiran dan penerimaan stratifikasi adalah salah satu kunci fitur yang membedakan negara.
Max weber menyebutkan 3 dimensi stratifikasi, yaitu:
1. Status ekonomi atau kekayaan
2. Kekuatan
3. Kehormatan
NEGARA
Negara itu lebih besar dan populasinya lebih banyak jika dibandingkan dengan kelompo, tribes, dan chiefdom. Pada status tertentu, siste, subsistem dengan fungsi khusus yang ditemukan di semua negara, meliputi:
A. Kontrol populasi : memperbaiki atau membatasi, pembentukan kategori kewarganegaraan, dan pengambilan sensus
B. Kehakiman : hukum, prosedur hukum, dan hakim
C. Pelaksanaan : pasukan militer dan polisi tetap
D. Fiskal : pajak
PENGENDALIAN SOSIAL
pada pengendalian sosial yang dibahas adalah sesuatu yang bersifat informal karena menyangkut norma dan pengaturan konflik. Dalam pengendaliian sosial dibahas :
HEGEMONI
Hegemoni adalah tatanan sosial bertingkat di mana bawahan sesuai dengan dominasi internalisasi nilai-nilai penguasa mereka dan menerima kealamian dominasi. Setip tatanan sosial mencoba untuk membuat kewenangan sendiri tampak alami. Semua ideologi hegemoni menawarkan penjelasan tentang mengapa tatanan yang ada adalah kepentingan semua orang. Adapula penggunaan hegemoni adalah untuk menjelaskan mengapa orang sesuai bahkan ketika mereka tidak dipaksa untuk melakukannya. Lebih mudah dan lebih efektid untuk mendominasi orang dalam pikiran mereka daripada mencoba untuk mengendalikan tubuh mereka. Hegemoni, internalisasi dominan ideologi, adlaah salah satu ccara dimana kaum elit mengekang resistensi dan mempertahankan kekuasaan.
SENJATA BAGI YANG LEMAH
Didepan umum, yang tertindas mungkin tampak menerima dominasi mereka sendiri. Bahkan, mereka mempertanyakannya secara pribadi. James Scott menggunakan
A. transkrip publik : untuk menggambarkan keterbukaan interaksi antar superordinates dan tingkat yang lebih dibawahnya,
B. Transkrip tersembunyi : kritik kekuasaan terjadi diluar, dimana pemegang kekuasaan tidak bisa melihatnya. Yang menonjol bertindak seperti tuan angkuh senentara yang dibawah mereka menunjukkan kerendahan hati

Minggu, 17 November 2013

BAB 6

ETNISITAS DAN RAS


Seroang individu, pasti memiliki satu—atau lebih—identitas di dalam dirinya. Identitas tersebut dapat diperolehnya dari kelas sosial, keluarga, institusi pendidikan, negara, kelompok etnis, “ras”, bahkan kelompok kepentingannya. Identitas yang dimiliki seseorang biasanya menentukan status orang tersebut di dalam masyarakat, sehingga perannya begitu penting. Seperti judulnya, Etnisitas dan Ras, dalam bab ini Connard P. Kottak secara komperhensif membahas mengenai ras dan individu, dan perannya sebagai status di dalam sebuah masyarakat.
Lantas apa yang disebut dengan etnisitas dan ras?
Kottak menjelaskan bahwa etnisitas terbentuk dari persamaan dan perbedaan di dalam suatu negara atau suatu wilayah. Persamaan merupakan faktor yang mengikat orang-orang ke dalam suatu kelompok etnis, sementara perbedaan merupakan faktor yang membedakan orang-orang tersebut dari kelompok etnik yang lain. Dalam berbagai kebudayaan, anggota kelompok entik akan berbagi kepercayaan, nilai dan norma, kebiasaan, serta kebudayaan dengan anggota lainnya karena adanya persamaan latar belakang. Dari sana, mereka menilai dirinya sebagai “berbeda” dan “spesial” dari orang-orang lainnya, karena mereka memiliki fitur-fitur kebudayaan tersendiri—hal ini dapat dilihat pada bahasa, agama, pengalaman sejarah, letak geografis, dan “ras”.
Kottak juga mengatakan, bahwa etnisitas dapat dikatakan ada ketika seseorang mengakui suatu etnis sebagai identitas dirinya, dengan melihat persamaan yang ia miliki dengan orang lain. Karena itu, secara garus besar, etnisitas dapat diartikan sebagai “diidentifikasikan bersama, dan menjadi bagian dari suatu kelompok eksklusif karena terdapat sebuah afiliasi di dalamnya”.
Etnisitas juga dapat mengalami perubahan atau pergeseran makna. Pada saat identitas etnis tersebut bersifat fleksibel dan berada pada situasi yang mendukung, suatu etnisitas bisa mengalami situational negotiation of social identity. Sebagai contoh, etnis Hispanik yang diidentifikasi dengan penggunaan bahasa Spanyol sebagai bahasa utamanya. Ketika ada anggota etnis yang melakukan migrasi ke wilayah Amerika Serikat, sebagian dari anggota etnis ini secara perlahan akan mulai mengidentifikasi dirinya sebagai warga negara AS.
Sedagkan ras, pada dasarnya merupakan persamaan biologis (seperti geris keturunan atau genetika) di dalam suatu kelompok etnis. Dalam konsep biologi, ras merupakan subdivisi spesies yang terisolasi secara geografis. Ras, dapat dianggap juga seperti “jenis”; seperti perbedaan jenis pada anjing atau mawar. Pada saat ini, kebanyakan ilmwan menggunakan phenotypical—metode untuk mengkategorikan suatu organisme berdasarkan manifestasi biologisnya (dalam hal ini biasanya warna kulit)—untuk mengkategorikan ras manusia. Sebagai contoh, ras kaukasia yang berkulit putih, ras negroid yang berkulit hitam atau coklat tua, atau ras mongoloid yang berkulit kuning.
Tetapi samping  konsep biologis yang telah disebutkan di atas, sesungguhnya hingga saat ini terdapat sebuah perdebatan mengenai ras di dalam ilmu antropologi. Kottak sendiri meyakini bahwa konsep ras, sesungguhnya lebih mengarah kepada sesuatu hal yang kultural dibandingkan biologis. Label-label seperti “kaukasoid”, “negroid”, “mongoloid”, “indian”, dan lainnya, sesungguhnya merupakan hal yang dikonstruksikan secara sosial. Sebagai contoh, diskriminasi yang dilakukan terhadap suatu kelompok ras tertentu (rasisme) sesungguhnya bukan diakibatkan oleh kondisi biologis mereka, melainkan produk-produk yang dihasilkan oleh kondisi sosial, ekonomi, serta politik di suatu masyarakat.
Kottak menuliskan beberapa contoh kasus rasisme intrinsik—atau pemikiran yang menganggap perbedaan ras merupakan sebuah alasan untuk menilai seseorang lebih rendah—di dalam tulisannya. Contoh pertama, merupakan rasisme yang ada di Amerika Serikat . Terdapat stratifikasi di antara orang-orang “kulit putih” dan “kulit hitam”, di mana ras kulit putih dianggap lebih superior dibandingkan dengan ras kulit hitam. Stratifikasi tersebut, sesungguhnya bukan didasari oleh faktor biologis, melainkan dikarenakan oleh kondisi politik dan ekonomi masyarakat kulit putih yang lebih maju, sehingga masyarakat kulit hitam (yang saat itu rata-rata merupakan imigran dari negara dunia ketiga), menerima perlakuan yang diskriminatif sebagai pekerja kasar.
Kottak memberikan sudut pandang lain mengenai konstruksi sosial pada ras dalam contoh kedua; yaitu pada kasus Burakumin di Jepang. Secara fisik, orang-orang Burakumin tidak memiliki ciri-ciri fisik yang berbeda dari orang jepang (ras Ainu) kebanyakan. Tetapi masyarakat Jepang memiliki sebuah cara yang unik dalam mengidentifikasi ras; yaitu dengan membaca garis keturunan. Mereka membedakan ras sebagai dua bagian, yaitu “kami” dan “bukan kami”. Karena itu, kebanyakan orang Jepang mencoba untuk menjaga kemurnian garis keturunan mereka dengan menghindari pernikahan campuran. Tetapi pada kasus Burakumin, dilihat dari nenek moyang dan garis keturunannya, kelompok ini tidak memiliki hubungan dengan leluhur orang Ainu, sehingga mereka tergolong pada kelompok “bukan kami” dalam masyarakat jepang. Karena itu, meskipun secara biologis, kaum Burakumin tidak berbeda dari kaum Ainu, mereka seringkali mendapatkan diskriminasi dalam berbagai akses kehidupan.
Melihat contoh-contoh di atas, Kottak pada akhirnya menyimpulkan bahwa ras adalah suatu kelompok etnik yang memiliki dasar-dasar biologis yang sama, dan perbedaannya (antar satu ras dengan ras lain) sesungguhnya dikonstruksikan secara kultural oleh masyarakat. Karena sempitnya jarak untuk membedakan etnisitas dengan ras secara pasti, pada akhirnya Kottak pun menggeneralisasi kedua istilah tersebut dengan menggunakan istilah “kelompok etnis”.
Istilah kelompok etnis, sempat menjadi sinonim dari “bangsa”, sebagai suatu kebudayaan yang berbagi bahasa, agama, sejarah, teritorial, leluhur, dan nilai-nilai yang sama. Tetapi pada saat ini, istilah “bangsa” sendiri lebih mengacu pada “negara” atau sebuah entitas politik yang independen. Ada istilah khusus yang digunakan untuk menyebut sebuah kelompok etnis yang mencari status politik yang autarki (membuat negara sendiri), yaitu “kebangsaan”. Tetapi karena berbagai alasan seperti kolonialisme dan migrasi, kebanyakan masyarakat di dalam suatu negara tidak lagi bersifat homogen atau berkebangsaan tunggal, dan paling tidak memiliki empat kelompok etnis yang berbeda di dalamnya.
Interaksi antar kelompok etnis di dalam suatu negara akan memunculkan berbagai reaksi yang berbeda. Prosesnya dapat berjalan dengan damai, atau dengan konfrontasi dan kekerasan.
Pada cara damai, Asimilasi, merupakan hal yang biasanya terjadi ketika ada kelompok etnis minoritas yang pindah ke dalam wilayah dengan kelompok etnis dominan, sehingga kelompok minoritas lama-kelamaan mengadopsi beberapa pola dan norma kelompok dominan tersebut. Meski begitu ada kemungkinan bahwa asimilasi pada akhirnya tidak terjadi, dan kedua kelompok etnis tersebut tetap hidup berdampingan satu sama lain dengan harmonis.
Masyarakat yang plural, dapat menggabungkan kekontrasan kelompok etnis dengan ketergantungan ekonomi satu sama lain, sehingga menciptakan sebuah timbal balik yang positif antar kelompok. Tetapi pada tingkatan yang lebih baik, menggabungkan beberapa kelompok etnis dalam satu payung negara disebut dengan istilah multikulturalisme. Negara yang menganut multikulturalisme akan membuat individu di dalamnya merasa menjadi bagian dari kebudayaan yang dominan (nasional), serta memiliki suatu etnisitas yang baru sebagai sebuah “bangsa”.
Di sisi lain, kekerasan pun dapat terjadi ketika dua kelompok etnik bertemu. Konflik antar etnik biasanya terjadi karena adanya prejudice (dalam sikap dan penilaian), serta diksriminasi (dalam perbuatan, baik yang bersifat De Facto maupun De Jure).  Hal ini kemudian dapat berkembang pada ethnic expulsion (pengusiran suatu kelompok etnik dari wilayahnya), serta Etnosida (penyerangan suatu kelompok etnis oleh etnis yang lebih dominan). Tetapi bentuk paling ekstrim dalam diskriminasi etnik adalah genosida—atau pemusnahan sebuah kelompok melalui jalan pembunuhan masal.
Sebagai contoh, pembunuan masal yang dilakukan pasukan Nazi Jerman terhadap kaum Yahudi, Gipsi, Negro, dan Homoseksual pada masa Perang Dunia II. Pasukan Nazi, di bawah kepemimpinan Hitler, meyakini bahwa ras Aria merupakan ras yang paling mulia derajatnya, sehingga ras-ras lainnya dianggap rendah dan harus dibasmi.
Untuk meminimalisir hal tersebut, biasanya dilakukan asimilasi paksa, di mana suatu kelompok etnik dipaksa untuk mengikuti kebudayaan etnik yang lebih dominan. Tetapi hal tersebut nantinya akan mengarah pada cultural colonialism, atau dominasi internal yang dilakukan oleh suatu kultur (atau ideologi kultur tersebut), terhadap kultur lainnya. Hal ini dapat terlihat pada bagaimana Uni Soviet membuat sebuah ideologi “internasionalisme sosialis” untuk mengikat negara-negara koloninya.
Dari ringkasan bab enam di atas, dapat disimpulkan bahwa etnis merupakan identitas yang terbentuk dari persamaan yang mengikat sekelompok orang, dan membedakan kelompok tersebut dari kelompok lainnya. Sedangkan ras, sesungguhnya pandangan orang mengenai ras seringkali dikaitkan dengan faktor biologis. Padahal, sesungguhnya ras merupakan sesuatu yang terkonstruksi di dalam diri kita secara kultural, melalui aspek-aspek seperti ekonomi, sosial, dan budaya. Kedua istilah ini, melekat di dalam diri seorang individu sebagai sebuah identitas dan status di dalam kehidupan sosialnya, dan bagaimana cara ia dipandang di dalam masyarakat. Oleh karena itu, pada akhirnya kedua istilah ini digabungkan dalam sebutak “kelompok etnis” oleh Kottak.

Perbedaan identitas atau status yang muncul di antara  beberapa kelompok etnis, dapat membuat reaksi yang berbeda ketika kelompok-kelompok ini bertemu (baik positif maupun negatif).  Oleh karena itu, ada baiknya bahwa setiap anggota kelompok etnis menghilangkan perasaan etnosentrisme (memandang budaya orang lain dari kacamata budaya sendiri) di dalam dirinya, serta berusaha untuk memahami relatifitas budaya (memahami esensi budaya dari kacamata kelompok etnis lain) dari kelompok etnis lainnya, sehingga reaksi negatif seperti prejudice (prasangka), diskriminasi, etnosida—bahkan pada kasus ekstrim—genosida, dapat dihindari.  Dengan begitu,  reaksi yang positif dalapat terwujud; baik dalam asimilasi, masyarakat yang plural, atau bahkan masyarakat yang multikulturalisme.

Selasa, 22 Oktober 2013

BAB 5: Komunikasi dan Bahasa

APAKAH BAHASA?
Bahasa, yang mungkin diucapkan (pidato) maupun tertulis (menulis), adalah sarana utama untuk komunikasi. Menulis telah ada selama sekitar 6.000 tahun. Bahasa berasal ribuan tahun sebelum itu, tapi tidak ada yang bisa mengatakan kapan tepatnya. Seperti budaya secara umum, dimana bahasa merupakan bagian, bahasa ditularkan melalui pembelajaran sebagai bagian dari enkulturasi. Bahasa didasarkan pada sewenang-wenang, asosiasi yang dipelajari antara kata dan hal-hal yang mereka berdiri. Antropolog studi bahasa dalam konteks sosial dan budaya. Antropologi linguistik menggambarkan bunga karakteristik antropologi dibandingkan, variasi, dan perubahan. Fitur utama dari bahasa adalah bahwa hal itu selalu berubah. beberapa linguistik antropolog merekonstruksi bahasa kuno oleh membandingkan keturunan kontemporer dan demikian membuat penemuan tentang sejarah. Lainnya mempelajari perbedaan linguistik untuk menemukan beragam pandangan dunia dan pola pemikiran dalam orang banyak budaya. Sociolinguists memeriksa keanekaragaman bahasa di negara-negara, mulai dari multilingualisme dengan dialek bervariasi dan gaya yang digunakan dalam satu bahasa, untuk menunjukkan bagaimana pidato refl berefek perbedaan sosial (Fasold 1990, Labov 1972a, 1972b). Linguistik antropolog juga mengeksplorasi peran bahasa dalam kolonisasi dan dalam perluasan dunia ekonomi (Geis 1987).
Primata MANUSIA NON KOMUNIKASI
Tidak ada hewan lain yang memiliki kompleksitas Bahasa sistem komunikasi alami primata lainnya ( monyet dan kera ) adalah sistem panggilan, sistem vokal ini terdiri dari sejumlah suara - panggilan - yang diproduksi hanya ketika tertentu rangsangan lingkungan yang dihadapi . Panggilan tersebut dapat bervariasi dalam intensitas dan durasi , tetapi mereka jauh lebih fleksibel, karena mereka otomatis dan tidak dapat dikombinasikan . Ketika primata menemukan makanan dan bahaya secara bersamaan , mereka dapat membuat hanya satu menelepon. Mereka tidak dapat menggabungkan panggilan untuk makanan dan bahaya menjadi ucapan tunggal, menunjukkan bahwa keduanya hadir . Pada titik tertentu dalam evolusi manusia ,nenek moyang kita mulai menggabungkan panggilan dan memahami kombinasi jumlah panggilan itu  juga diperluas , akhirnya menjadi terlalu besar untuk ditransmisikan bahkan sebagian melalui gen . Komunikasi datang untuk mengandalkan hampir sepenuhnya pada belajar . Meskipun primata liar menggunakan sistem panggilan, saluran vokal kera tidak cocok untuk pidato . sampai tahun 1960 , upaya untuk mengajarkan bahasa lisan untuk kera menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki kemampuan linguistik . di tahun 1950-an , pasangan mengangkat simpanse , Viki , sebagai anggota keluarga mereka dan sistematis berusaha mengajarinya untuk berbicara . Namun, Viki hanya belajar empat kata ( "mama ", " papa ", " up ", dan " cup " )
Bahasa Isyarat
Percobaan yang lebih mutakhir telah menunjukkan bahwa kera dapat
belajar untuk menggunakan , jika tidak berbicara , bahasa yang benar ( Miles 1983) . Beberapa kera telah belajar untuk berkomunikasi dengan orang melalui cara lain dari bicara salah satu seperti sistem komunikasi American Sign Language (bahasa isyarat) , atau ASL , yang banyak digunakan oleh tuna rungu Amerika . ASL mempekerjakan terbatas jumlah unit gerakan dasar yang analog dengan suara dalam bahasa lisan. Unit ini menggabungkan untuk membentuk kata-kata dan unit yang lebih besar makna . Simpase pertama untuk belajar ASL adalah Washoe , Simpanse secara bertahap mengakuisisi kosakata lebih dari 100 tanda-tanda mewakili kata-kata bahasa Inggris ( Gardner , Gardner , dan Van Cantfort , eds . 1989) . Pada usia dua tahun, Washoe mulai menggabungkan sebanyak lima tanda-tanda menjadi kalimat sederhana seperti " kau, aku , pergi keluar , cepat . " Simpanse kedua untuk belajar ASL adalah Lucy , Junior dengan satu tahun Washoe itu . Washoe mengajarkan gerakan dengan simpanse lembaga lainnya, termasuk anaknya Sequoia , Ramping gorila jantan dewasa liar berat 400 pon ( 180 kilogram ) , dan perempuan penuh dewasa dapat dengan mudah mencapai £ 250 ( 110 kilogram ) . Karena itu , psikolog Karya sen Patterson dengan gorila di Stanford Universitas tampaknya lebih berani daripada eksperimen simpanse . Kosakata Koko melampaui dari simpanse apapun. Dia secara teratur mempekerjakan 400 tanda ASL dan telah digunakan sekitar 700 setidaknya sekali. Siapapun yang berbicara bahasa Inggris segera mengerti arti baru saya kata. Koko , Washoe , Lucy , dan lain-lain memiliki menunjukkan bahwa kera juga mampu menggunakan bahasa produktif . Lucy digunakan gerakan dia sudah tahu untuk menciptakan " drinkfruit " untuk semangka . Simpanse dan gorila memiliki kapasitas dasar untuk bahasa .

MANUSIA BAHASA
-Memiliki kapasitas untuk berbicara tentang hal-hal dan kejadian yang tidak hadir (perpindahan)
-Memiliki kapasitas untuk menghasilkan ekspresi baru dengan menggabungkan ekspresi lainnya (produktivitas)
-Apakah kelompok yang spesifik, dalam bahwa semua manusia memiliki kapasitas untuk bahasa, tetapi masing-masing komunitas linguistik memiliki bahasa sendiri, yang secara kultural ditransmisikan

Primata SISTEM PANGGILAN
-Apakah rangsangan-dependen; panggilan makanan akan dilakukan hanya di hadapan makanan, tidak dapat dipalsukan
-Terdiri dari sejumlah panggilan yang tidak dapat dikombinasikan untuk menghasilkan panggilan baru
-Cenderung spesies spesifik , dengan sedikit variasi di antara komunitas dari spesies yang sama untuk setiap panggilan

Asal Usul Bahasa
Meskipun kapasitas untuk mengingat dan menggabungkan
simbol linguistik dapat laten dalam kera ( Miles 1983) , evolusi manusia yang diperlukan untuk benih ini untuk bunga ke dalam bahasa . Sebuah gen bermutasi dikenal sebagai FOXP2 membantu menjelaskan mengapa manusia berbicara dan simpanse tidak ( Paulson 2005) . Peran kunci dari FOXP2 dalam pidato terungkap dalam sebuah studi dari Keluarga Inggris , diidentifi kasi hanya sebagai KE, setengah dari yang anggota memiliki warisan , berat defi cit dalam pidato ( Trivedi 2001) . Bentuk varian yang sama dari FOXP2 yang ditemukan pada simpanse menyebabkan gangguan ini. Mereka yang memiliki versi bukan pidato dari gen tidak dapat membuat lidah halus dan bibir gerakan
yang diperlukan untuk pidato yang jelas , dan
bicara mereka adalah dimengerti - bahkan kepada anggota lain dari keluarga KE ( Trivedi 2001) . simpanse memiliki sama ( genetik ) urutan sebagai keluarga KE anggota dengan pidato defi cit . pembandingan simpanse dan genom manusia, tampak bahwa bentuk pidato - ramah FOXP2 memegang pada manusia sekitar 150.000 tahun yang lalu . mutasi ini keuntungan selektif diberikan ( linguistik dan kemampuan budaya ) yang memungkinkan mereka yang memiliki itu menyebar dengan mengorbankan mereka yang tidak ( Paulson 2005) . Bahasa menawarkan keuntungan adaptif yang luar biasa untuk Homo sapiens . Bahasa memungkinkan informasi yang disimpan oleh masyarakat manusia melebihi sejauh bahwa dari setiap kelompok bukan manusia . bahasa adalah kendaraan unik yang efektif untuk belajar . karena kita bisa berbicara tentang hal-hal yang kita tidak pernah mengalami , kita dapat mengantisipasi tanggapan sebelum kita bertemu rangsangan . Adaptasi dapat terjadi lebih cepat dalam Homo dibandingkan primata lain karena berarti adaptif kami lebih fleksibel.

komunikasi nonverbal
Bahasa adalah sarana utama kami berkomunikasi ,
tapi itu bukan satu-satunya yang kita gunakan . Kami berkomunikasi ketika kita mengirimkan informasi tentang diri kita kepada orang lain dan menerima informasi tersebut dari mereka . Ekspresi wajah , sikap tubuh , gerakan , dan gerakan , bahkan jika sadar, menyampaikan informasi dan merupakan bagian dari komunikasi kita gaya . Deborah Tannen ( 1990 ) membahas perbedaan dalam gaya komunikasi Amerika pria dan wanita , dan komentar nya melampaui bahasa. Dia mencatat bahwa gadis Amerika dan perempuan cenderung melihat langsung satu sama lain ketika mereka berbicara , sedangkan anak laki-laki Amerika dan laki-laki tidak. Pria lebih mungkin untuk melihat langsung depan daripada berbalik dan membuat kontak mata dengan seseorang , terutama pria lain , duduk di samping mereka . Juga , dalam kelompok percakapan , Pria Amerika cenderung untuk bersantai dan sprawl . Wanita Amerika mungkin mengadopsi santai serupa postur dalam kelompok semuanya perempuan , tetapi ketika mereka dengan laki-laki , mereka cenderung untuk menarik kaki mereka dan mengadopsi sikap ketat . Kinesics adalah studi komunikasi melalui gerakan tubuh , sikap , gerak tubuh , dan ekspresi wajah . Terkait dengan kinesics adalah pemeriksaan dari perbedaan budaya dalam pribadi ruang dan menampilkan kasih sayang dibahas dalam Ahli bahasa bab " Budaya . " memperhatikan tidak hanya apa yang dikatakan , tapi bagaimana dikatakan , dan untuk fitur selain bahasa itu sendiri yang menyampaikan makna . Sebuah antusiasme pembicara disampaikan tidak hanya melalui kata-kata tetapi juga melalui ekspresi wajah , gerak tubuh, dan tanda-tanda lain dari animasi . kami menggunakan gerakan , seperti pukulan tangan , untuk penekanan . Kami menggunakan cara verbal dan nonverbal untuk berkomunikasi suasana hati kita : antusiasme , kesedihan , sukacita , menyesal . Kami bervariasi intonasi kami dan lapangan atau kenyaringan kami suara . Kami berkomunikasi melalui strategis jeda , dan bahkan dengan menjadi diam. Sebuah strategi komunikasi yang efektif dapat adalah untuk mengubah pitch, tingkat suara, dan tata bahasa bentuk, seperti deklaratif ( " I am . . . " ) , Imperatif ( " Pergilah ... " ) , dan pertanyaan ( " Apakah Anda ... ? " ) . budaya mengajarkan kita bahwa sopan santun dan tertentu gaya harus menemani beberapa jenis berbicara. Sikap kami , verbal dan nonverbal , ketika tim favorit kami adalah menang akan keluar dari tempat di sebuah pemakaman, atau ketika subjek sedang muram dibahas . Budaya selalu memainkan peran dalam membentuk Satwa "alami . " berkomunikasi melalui bau , menggunakan aroma untuk menandai wilayah , kimia berarti komunikasi . Di antara yang modern Amerika Utara, parfum , obat kumur , dan industri deodoran didasarkan pada gagasan bahwa indera penciuman berperan dalam komunikasi dan interaksi sosial . Tapi budaya yang berbeda lebih toleran "alami " bau daripada kita adalah . Lintas-budaya , mengangguk tidak selalu berarti setuju , juga tidak kepala gemetar dari sisi ke sisi selalu berarti negatif. Brasil mengipaskan jari berarti tidak ada . Amerika mengatakan " uh huh " untuk menegaskan , sedangkan di Madagaskar  suara yang sama dilakukan untuk menyangkalnya . Amerika titik dengan ngers fi mereka, rakyat Madagaskar titik dengan bibirnya . Pola " duduk-duduk di sekitar " bervariasi , juga. Di luar , saat beristirahat , beberapa orang  mungkin duduk atau berbaring di tanah , yang lain jongkok , yang lain bersandar pohon . Gerakan tubuh berkomunikasi perbedaan sosial . Brasil kelas bawah , terutama perempuan , menawarkan jabat tangan lemas untuk atasan mereka . di banyak kebudayaan , pria memiliki fi rmer jabat tangan daripada dilakukan perempuan . Di Jepang , membungkuk merupakan bagian rutin dari busur interaksi sosial , tetapi berbeda digunakan tergantung pada status sosial orang-orang yang berinteraksi . Di Madagaskar dan Polinesia , orang status lebih rendah tidak harus memegang kepala mereka di atas orang- orang yang statusnya lebih tinggi . Ketika salah satu pendekatan seseorang yang lebih tua atau status yang lebih tinggi , salah satu tikungan lutut seseorang dan menurunkan kepala seseorang sebagai tanda rasa hormat . Di Madagaskar , orang selalu melakukan hal ini , untuk kesopanan , ketika melewati antara dua orang . Meskipun gerakan kami , ekspresi wajah , dan sikap tubuh memiliki akar dalam warisan primata kita , dan dapat dilihat pada monyet dan kera , mereka belum lolos budaya membentuk dijelaskan pada bab sebelumnya . Bahasa , yang begitu sangat tergantung pada penggunaan simbol-simbol , adalah domain komunikasi , di mana budaya memainkan peran terkuat .
STRUKTUR DARI BAHASA
Penelitian ilmiah dari bahasa lisan ( deskriptif
linguistik ) melibatkan beberapa area yang saling berhubungan analisis : fonologi , morfologi , leksikon , dan sintaks . Fonologi, penelitian suara pidato , menganggap yang hadir dan suara signifikan tidak bisa dalam bahasa tertentu . studi morfologi bentuk di mana suara bergabung untuk membentuk Morfem kata dan bagian bermakna mereka. Jadi , kucing kata akan dianalisis sebagai mengandung dua morfem : kucing , nama untuk jenis hewan , dan - s , morfem menunjukkan pluralitas . Leksikon Sebuah bahasa adalah kamus yang berisi semua morfem dan maknanya . sintaksis mengacu pada pengaturan dan urutan kata-kata dalam frasa dan kalimat . Pertanyaan sintaksis meliputi apakah kata benda biasanya datang sebelum atau setelah verba , atau apakah kata sifat biasanya mendahului atau
ikuti kata benda mereka memodifikasi .
Suara pidato Dari film dan TV , dan dari benar-benar bertemu orang asing , kita tahu sesuatu tentang asing aksen dan kesalahan pengucapan . Kita tahu bahwa seseorang dengan aksen Prancis ditandai tidak mengucapkan r dengan cara yang sama seorang Amerika tidak. Tapi setidaknya seseorang dari Perancis dapat membedakan antara
" Tembolok " dan " cakar ", yang seseorang dari
Jepang mungkin tidak dapat dilakukan. Perbedaan antara r dan l membuat perbedaan dalam bahasa Inggris dan Perancis , tetapi tidak dalam bahasa Jepang . Dalam linguistik , kita katakan bahwa perbedaan antara r dan l adalah fonemis dalam bahasa Inggris dan Perancis tetapi tidak dalam bahasa Jepang ; yaitu, r dan l adalah fonem dalam bahasa Inggris dan Perancis tapi tidak dalam bahasa Jepang . Fonem adalah kontras suara yang membuat perbedaan , yang membedakan berarti kami menemukan fonem dalam bahasa yang diberikan oleh membandingkan pasangan minimal , kata-kata yang mirip
satu sama lain dalam semua kecuali satu suara . Kata-kata memiliki
makna yang sama sekali berbeda , tetapi mereka berbeda dalam hanya satu suara. Suara kontras karena itu fonem dalam bahasa tersebut . Contoh dalam bahasa Inggris adalah minimal sepasang pit / bit . Kedua kata
dibedakan oleh kontras suara tunggal
antara / p / dan / b / ( kami lampirkan fonem dalam garis miring ) . Dengan demikian / p / dan / b / adalah fonem dalam bahasa Inggris . Contoh lain adalah suara vokal yang berbeda bit dan mengalahkan ( lihat Gambar 5.1 ) . Kontras ini berfungsi untuk membedakan dua kata ini dan dua vokal fonem ditulis / I / dan / i / dalam bahasa Inggris . Standard ( Amerika ) English ( SE ) ​​, yang " regionfree dialek TV penyiar jaringan , memiliki sekitar 35 fonem : setidaknya 11 huruf vokal dan konsonan 24 . Jumlah fonem bervariasi dari bahasa ke bahasa - 15-60 , rata-rata antara 30 dan 40 . Jumlah fonem juga
bervariasi antara dialek bahasa tertentu . di
Inggris Amerika, misalnya, fonem vokal bervariasi terasa dari dialek ke dialek. Pembaca harus mengucapkan kata-kata dalam Gambar 5.1, membayar memperhatikan (atau meminta orang lain) apakah mereka membedakan setiap suara vokal. Paling Amerika tidak mengucapkan mereka semua. Fonetik adalah studi tentang suara pidato di umum, apa yang orang benar-benar mengatakan dalam berbagai bahasa. Fonemik mempelajari hanya cant signifikan kontras suara (fonem) dari suatu bahasa tertentu. Dalam bahasa Inggris, seperti / r / dan / l / (ingat tembolok dan cakar), / b / dan / v / juga fonem, terjadi
di pasang minimal seperti kelelawar dan PPN. Dalam bahasa Spanyol, bagaimanapun,
kontras antara [b] dan [v] tidak membedakan yang berarti, dan karena itu mereka tidak fonem (kami menyertakan suara yang tidak fonemis dalam tanda kurung). Berbahasa Spanyol biasanya menggunakan tombol [b] suara untuk mengucapkan kata-kata dieja dengan baik b atau v Dalam bahasa apapun, fonem diberikan meluas selama rentang fonetik. Dalam bahasa Inggris, fonem / p / mengabaikan kontras antara fonetik [ph] di pin dan [p] di spin. Speaker paling Inggris bahkan tidak menyadari bahwa ada perbedaan fonetik: [ph] disedot, sehingga embusan udara
mengikuti [p], sedangkan [p] spin tidak. (Untuk melihat
perbedaan, menyalakan korek api, tahan di depan Anda mulut, dan menonton api seperti yang Anda ucapkan dua kata.) Perbedaan antara [ph] dan [p] adalah fonemis dalam beberapa bahasa, seperti Hindi (diucapkan di India). Artinya, ada kata-kata yang makna dibedakan hanya oleh kontras antara yang disedot dan tidak diaspirasikan [p]. Penutur asli bervariasi dalam pengucapan mereka fonem tertentu. Variasi ini penting dalam evolusi bahasa. Tanpa perubahan dalam pengucapan, tidak ada perubahan linguistik. Itu bagian tentang sosiolinguistik bawah menganggap fonetik variasi dan hubungannya dengan divisi sosial dan evolusi bahasa.
LANGUAGE, THOUGHT, AND CULTURE
          Menurut ahli bahasa Noam Chomsky (1955) berpendapat bahwa otak manusia berisi peraturan-peraturan tata bahasa yang umum. Menurut beliau, manusia memiliki kemampuan berbahasa dan proses dalam berpikir.
            Pidgins merupakan bahasa yang terbentuk dari akulturasi, saat masyarakat-masyarakat yang berbeda saling berhubungan dan harus memikirkan sistem komunikasi. Kemudian creoles merupakan bahasa yang berdasarkan universal grammar. Kemudian, faktanya adalah semua bahasa memiliki cirri khas atau fitur bahasa tertentu.

Hipotesis Sapir-Whorf
            Para ahli bahasa dan ahli antropologi mengambil perbedaan hubungan antara bahasa dan pikiran. Mereka percaya perbedaan bahasa menghasilkan perbedaan jalan berpikir. Pikiran tersebut merupakan hipotesis dari Sapir-Whorf. Mereka berpendapat bahwa perbedaan grammatical menuntun pembicara untuk berpikir sesuatu dengan cara tertentu.
            Contohnya adalah kata ganti tunggal orang ketiga dalam bahasa inggris adalah (he,she; him,her; his,hers) untuk membedakan gender, sedangkan di Palaung yang merupakan sebuah suku di Burma tidak. Gender ada dalam Bahasa Inggris, dalam Bahasa Perancis dan yang lainnya.
            Hipotesis Sapir-Whorf mengatakan bahwa pembicara bahasa inggris tidak dapat membantu member perhatian pada perbedaan antara pria dan wanita daripada di Palaung dan kurang dari pembicara Perancis atau Spanyol.

Focal Vocabulary
            Lexicon (Vocabulary) adalah kata yang dimasukkan dalam daftar kata atau kamus. Lexicon mempengaruhi seseorang untuk berpersepsi. Focal Vocabulary adalah suatu set khusus seperti istilah dan perbedaan-perbedaan yang sangat penting untuk kelompok tertentu.
            Bahasa, budaya, dan pikiran merupakan suatu hal yang saling berkaitan. Meskipun berlawanan dengan hipotesis Sapir-Whorf, tapi mungkin lebih wajar untuk mengatakan perubahan dalam hasil budaya berubah dalam berbahasa daripada sebaliknya.


Meaning
          Istilah bahasa dan contrast encode berbeda dalam makna yang dipersepsikan orang. Studi ethnosemantic adalah seperti sistem pengklasifikasian berbagai bahasa. Yang termasuk studi ethnosemantic adalah kinship terminology dan color terminology. Dengan mempelajari hal tersebut, kita akan tahu bagaimana orang berpersepsi dan membedakan hubungan atau warna. Kemudian ada juga studi ethnomedicine, ethnobotany, dan ethnoastronomy.

Sociolinguistic
            Linguistic performance atau apa yang orang katakana adalah focus dari para ahli sociolinguistic. Para ahli sociolinguistic menginvestigasi hubungan antara sosial dan variasi bahasa atau bahasa dalam konteks sosial.
            Pengetahuan merupakan dasar agar komunikasi saling dimengerti. Para ahli sociolinguistic focus pada variasi sistem dengan posisi dan keadaan sosial. Untuk mempelajarinya, mereka harus bekerja di lapangan untuk observasi penggunaan bahasa dalam sosial, ekonomi, maupun politik.

Linguistic Diversity
          Tiap negara maupun daerah memiliki perbedaan bahasa, tetapi ada juga yang sama. Kemudian ada beberapa negara yang menggunakan dua bahasa dalam kehidupan sehari-hari atau bilingual. Contohnya adalah di Spanyol, penduduknya menggunakan bahasa latin sebagai bahasa utama dan juga bahasa inggris sebagai bahasa kedua.
            Meskipun ada negara atau daerah yang menggunakan dua bahasa atau bilingual dan juga ada yang tidak bilingual, kita semua mengikutsertakan style shifts (berbagai pidato seseorang dalam konteks sosial yang berbeda). Nama lainnya adalah diglossia. Diglossia merupakan bahasa dengan dialek formal dan informal.

Gender Speech Contrasts
          Jika membandingkan pria dan wanita, terdapat perbedaan pada phonology, grammar, dan vocabulary. Sebagai contoh wanita di Jepang, menggunakan suara yang tinggi, kesopanan menurut kebudayaan tradisional Jepang. Kemudian di Amerika Utara dan Britain, wanita berbicara dengan dialek yang standar daripada laki-laki. Menurut Robin Lakoff (2004), penggunaan berbagai tipe kata dan ekspresi telah diasosiasikan dengan wanita tradisional yang powernya lebih rendah dalam masyarakat Amerika.
Bahasa dan Posisi Status
Honorifics(gelar kehormatan) adalah istilah yang digunakan dengan orang-orang, sering ditambahkan ke nama mereka, untuk menghormati mereka. Istilah tersebut mungkin menyampaikan atau menyiratkan status yang berbagai antara pembicara dan orang yang disebut (‘the good doctor”) atau disebut (“Professor dumbledore”). Inggris Amerika mempunyai gelar-gelar seperti Mr., Mrs., Ms., Dr., Professor, dekan, senator, pendeta, orang terhormat, dan Presiden. Biasanya istilah-istilah tersebut diikuti oleh nama, seperti “Dr. Wilson,” “Presiden Obama” dan lainnya.
Bahasa Jepang juga memiliki beberapa gelar kehormatan, sebagian menyampaikan lebih hormat dari yang lainnya. Akhiran –sam(ditambahkan ke nama), menunjukan hormat hebat, digunakan kepada seseorang yang memiliki status sosial yang lebih tinggi, seperti raja atau seorang guru yang terhormat. Banyak dari gelar kehormatan Jepang , -san ditmbahkan di akhir nama, tetapi sedikit formal dibanding dengan “Mr,” “Mrs,” or “Ms.” In Inggris Amerika. Gelar kehormatan –domo menunjukkan kehormatan yang lebih tinggi dan diantara –san dan ­–sama.

Stratifikasi
kita menggunakan dan mengevaluasi pidato dalam konteks kekuatan sosial, politik dan ekonomi. Kebanyakan orang Amerika mengevaluasi pidato kelompok status rendah dengan negatip, biasa disebut “tidak bependidikan”. Ini bukan karena cara berbicara yang buruk dalam diri mereka tetapi karena mereka datang untuk memberi julukan status rendah. Pertimbangan variasi di pengucapan r.  Di beberapa bagian Amerika, r diucapkan seperti biasa dan di lain daerah, tidak sama. Secara asli, pidato rless Amerika adalah model yang diambil dari Inggris. Karena gengsi ini, tuna wisma telah diadopsi di beberapa daerah dan selanjutnya sebagai norma di Boston dan bagian selatan.
Kebiasaan pidato kita membantu menentukan jalur kita untuk lapangan kerja dan sumber-sumber  lainnya. Karena bahasa yang tepat itu menjadi strategi sumber daya dan jalan untuk kekayaan, gengsi dan kekuatan (Gal 1989; Thomas dan Wareing. 2004). Di ilustrasi ini, beberapa ahli etnografi telah menjelaskan betap pentingnya kemampuan berbicara dan seni berpidato di politik (Beeman 1987; Bloch 1975; Brennies 1988; Geis 1987)

Bahasa Daerah Inggris Hitam
Ahli bahasa sosial William Labov dan beberapa asosiasi lainnya, tentang hitam dan putih, telah melakukan penelitian tentang apa yang mereka sebut Black English Vernacular (BEV), (vernacular berarti bahasa daerah) . keseragaman dialek berbicara yang relativ oleh kebanyakan pemuda berkulit hitam di banyak daerah di Amerika Serikat hari ini, khususnya di dalam area kota New York, Boston, Detroit, Philadelphia, Washington, Cleveland, dan pusat daerah pinggiran lainnya. BEV bukanlah gramatikal yang campur aduk. Walaupun, BEV adalah sistem bahasa yang rumit dengan peraturan yang mereka miliki, yang ahli bahasa telah jelaskan. Ponology dan ilmu kalimat dari BEV hampir sama dengan dialek di daerah selatan. Generasi yang mencerminkan kontak antara orang selatan berkulit hitam dan putih, hubungan timbal balik di antara masing-masing pola bicara lainnya. Banyak cara untuk membedakan BEV dengan Bahasa Inggris yang standar juga ditunjukan dari cara berbicara bangsa kulit putih di daerah selatan, tetapi sedikit sering dibanding di BEV.
            Perbedaan ponology antara BEV dan SE sering mempunyai konsekuensi gramatikal.
Contoh dari perbedaan dari BEV dan SE
SE
SE Contraction
BEV
You are tired
You’re tired
You tired
He is tired
He’is tired
He tired
We are tired
We’re tired
We tired
We are tired
They’re tired
They tired
Di penghapusan kata kerja to be, BEV lebih mirip dengan beberapa bahasa, termasuk Rusia, Hungaria dan Ibrani.

Sejarah Ilmu Bahasa
Ahli sosial bahasa mempelajari variasi modern di gaya bicara dalam proses perubahan. Sejarah ilmu bahasa setuju dengan perubahan dalam jangka waktu yang panjang. Sejarah ilmu bahasa dapat membangun kembali berbagai fitur dari bahasa-bahasa lama dengan mempelajari daughter language kontemporer.
Pengetahuan tentang hubungan ilmu bahasa sering berarti untuk ketertarikan antropologi di sejarah., khususnya peristiwa yng telah terjadi 5000 tahun lalu. Fitur-fitur kebudayaan mungkin (atau tidak mungkin) berhubungan dengan penyaluran bahasa keluarga. Kelompok-kelompok berbicara bahasa terkait mungkin (atau tidak mungkin) lebih banyak budaya yang hampir sama satu sama lain dibanding mereka ke kelompok-kelompok yang cara bicara diperoleh dari perbedaan gaya bahasa leluhur.
Demikian pula, bukti ilmu bahasa dapat meyakinkan peminjaman dan hubungannya dengan budaya ketika penulisan sejarah adalah kurang

Hilangnya Bahasa

Sesuai kutipan K. David Harrison, “Ketika kita kehilangan bahasa, kita kehilangan informasi negara tentang waktu, musim, hewan laut, rusa kutub, bunga, matematika, pemandangan, mitos, musik, lainnya dan setiap hari”